Analisis Bisnis 2.4 Business Question
Enam pertanyaan analitis utama mengenai pengangguran, kemiskinan, inflasi, korelasi indikator, performa kota vs kabupaten, dan prioritas kebijakan smart economy.
Kabupaten/kota mana yang memiliki tingkat pengangguran tertinggi dan terendah?
Periode analisis: 2021-2025. Focus pada data terbaru (2024) dengan perbandingan terhadap rata-rata provinsi.
Ranking · TPT Tinggi
5 Wilayah TPT Tertinggi (2024)
❝Dimana pusat pengangguran terkonsentrasi?
Persentase tenaga kerja menganggur.
Ranking · TPT Rendah
5 Wilayah TPT Terendah (2024)
❝Wilayah mana yang paling berhasil menyerap tenaga kerja?
Persentase tenaga kerja menganggur terendah.
Temuan Utama
Kota Cimahi mencatat TPT tertinggi (8,97%), sementara Kabupaten Pangandaran memiliki TPT terendah (1,58%). Gap antara tertinggi dan terendah mencapai 7,39%, menunjukkan disparitas signifikan dalam penyerapan tenaga kerja antar wilayah.
Wilayah mana yang memiliki tingkat kemiskinan tinggi sekaligus kualitas pembangunan manusia relatif rendah?
Scatter plot memetakan hubungan antara kemiskinan (X) dan IPG (Y). Quadrant kiri-atas (merah) menunjukkan "danger zone": kemiskinan tinggi + IPG rendah.
Scatter · Quadrant Analysis
Kemiskinan vs IPG (2024)
❝Di manakah kemiskinan dan ketimpangan gender berkumpul?
Bubble di atas garis horizontal = IPG di atas rata-rata. Di kanan garis vertikal = kemiskinan di atas rata-rata.
Danger Zone
Wilayah dengan kemiskinan di atas rata-rata dan IPG di bawah rata-rata
- 1. Kabupaten Indramayu11,9% · IPG 89,8
- 2. Kabupaten Kuningan11,9% · IPG 88,0
- 3. Kabupaten Cirebon11,0% · IPG 85,4
- 4. Kabupaten Majalengka10,8% · IPG 88,0
- 5. Kabupaten Bandung Barat10,5% · IPG 81,6
Total 9 wilayah memerlukan intervensi prioritas ganda.
Bagaimana pola inflasi bulanan antarwilayah dan kapan tekanan harga tertinggi muncul?
Heatmap · Spasial-Temporal
Heatmap Inflasi YoY
❝Kota mana paling rentan terhadap goncangan harga?
Biru = inflasi tinggi, Merah = deflasi. 10 wilayah dengan data terlengkap × 12 bulan terakhir.
Puncak Tekanan Harga
Okt 2025
Rata-rata inflasi mencapai 2,78% (maksimum 3,87%)
Pola Musiman
- ▸Tekanan harga cenderung meningkat di akhir tahun (Q4)
- ▸Kota besar (Bandung, Bekasi) lebih volatil dari kabupaten
- ▸Deflasi sporadis terjadi di beberapa wilayah pesisir
Apakah terdapat hubungan antara pendidikan, pembangunan gender, pengangguran, dan kemiskinan?
Matriks korelasi Pearson mengukur kekuatan hubungan linear antar indikator. Nilai mendekati 1 = korelasi positif kuat, -1 = korelasi negatif kuat.
Korelasi · Pearson
Matriks Korelasi Indikator
❝Indikator mana yang saling memengaruhi paling kuat?
Biru = korelasi positif (naik bersama), Merah = korelasi negatif (berlawanan).
Korelasi Positif Kuat
TPT ↔ Kemiskinan
Pengangguran dan kemiskinan bergerak searah
Korelasi Negatif Kuat
IPG ↔ Kemiskinan
IPG tinggi = kemiskinan rendah
Insight Penting
RLS ↔ HLS
Harapan lama sekolah laki & perempuan berkorelasi kuat
Apakah kota secara umum memiliki performa smart economy yang lebih baik daripada kabupaten?
Komparasi · Tipologi
Perbandingan Rata-rata Indikator
❝Mana yang lebih unggul: Kota atau Kabupaten?
Bandingkan performa 9 Kota vs 18 Kabupaten. Indikator dengan icon ↓ lebih rendah = lebih baik.
9
Kota
18
Kabupaten
Kesimpulan Komparasi
- TPTKabupaten lebih baik
- KemiskinanKota lebih baik
- GiniKabupaten lebih baik
- IPGKota lebih baik
- RLSKota lebih baik
- HLSKota lebih baik
Wilayah mana yang harus menjadi prioritas kebijakan smart economy berdasarkan gabungan KPI utama?
Priority Score dihitung menggunakan metode SAW (Simple Additive Weighting) dengan bobot: TPT 30%, Kemiskinan 30%, Gini 20%, Kerentanan 20%.
SPK · SAW Method
Top 10 Priority Score
❝Wilayah mana yang harus didahulukan untuk intervensi?
Skor komposit 0-1, semakin tinggi semakin prioritas.
Top Priority
Kabupaten Kuningan
Skor: 0,840
TPT: 7,78%
Kemiskinan: 11,88%
Cluster: Prioritas Intervensi Sosial-Ekonomi
Distribusi Cluster
- ● Prioritas Tinggi0 wilayah
- ● Moderat0 wilayah
- ● Stabil0 wilayah
Data storytelling
Insight & keputusan berbasis data
Enam analisis menunjukkan disparitas signifikan antar wilayah di Jabar: TPT bervariasi 4-12%, 5+ wilayah dalam 'danger zone' kemiskinan-IPG, inflasi puncak di Q4, korelasi kuat TPT-kemiskinan (0.7+), kota umumnya unggul di IPG namun lebih volatil di inflasi, dan 10 wilayah prioritas terkonsentrasi di pesisir utara/sentra industri.
Faktor struktural: ekonomi berbasis informal/pertanian, akses pendidikan & kesehatan terbatas, ketimpangan gender, dan ketergantungan sektor primer yang rentan terhadap fluktuasi harga.
Tanpa intervensi terpadu, gap antar wilayah memperlebar, target RPJMD 2026 terancam, dan potensi konflik sosial meningkat di wilayah marginal.
Prioritaskan 5 wilayah dengan TPT tertinggi + danger zone kemiskinan-IPG untuk paket intervensi terpadu (ketenagakerjaan + sosial + pendidikan + stabilisasi harga). Bentuk task force lintas OPD dengan tracking KPI bulanan.