Metodologi end-to-end
Pipeline lengkap dari pengumpulan data hingga dashboard. Transparan, dapat direplikasi, dan terhubung satu sama lain.
Dari data mentah ke keputusan publik
Minggu 1
#01
Data Inti & Business Understanding
Pengumpulan dataset 27 kabupaten/kota Jawa Barat. Penurunan KPI dari masalah kebijakan sosial-ekonomi.
Minggu 2
#02
Stakeholder & Business Question
Pemetaan 6 stakeholder (Strategic, Tactical, Managerial, Operational, Analytical, Public) + business question.
Minggu 3
#03
ETL & Data Warehouse
Cleaning, validasi, integrasi multi-source. Pembentukan star schema (fact + dimensi).
Minggu 4
#04
Data Mining
Standardisasi, K-Means k=3 dengan silhouette evaluation, priority score komposit (SAW).
Minggu 5+
#05
Dashboard Stakeholder
Implementasi 9 halaman dashboard di Next.js + Recharts. Setiap stakeholder dengan visualisasi yang sesuai.
Star schema dengan 2 fact + 4 dimensi
Dimensi
DIM
dim_lokasi
27 kab/kota + jenis_wilayah
DIM
dim_waktu_tahunan
2021–2025 · 5 baris
DIM
dim_waktu_bulanan
60 periode (5×12)
DIM
dim_dashboard_stakeholder
6 role
fact_kinerja_ekonomi_tahunan
measure: TPT · miskin · gini · IPG · RLS · HLS · indeks komposit
fact_inflasi_bulanan
measure: inflasi_yoy
Mart (output)
MART
mart_kinerja_ekonomi_tahunan
Denormalized view
MART
mart_inflasi_bulanan
Denormalized view
MART
data_ready_analisis_2024
Snapshot terkini
MART
data_dictionary_etl_dw
Dokumentasi
K-Means clustering + SAW priority score
K-Means dipilih karena interpretable dan cocok untuk segmentasi wilayah berbasis indikator numerik. Silhouette score dipakai untuk evaluasi pemilihan k. Priority score dihitung dengan SAW dari 4 indikator inti (TPT, kemiskinan, gini, kerentanan).
K-Means objective
Minimalkan total jarak kuadrat tiap titik x ke centroid μᵢ cluster-nya.
Silhouette score
a(i) = jarak rata-rata ke titik dalam cluster yang sama; b(i) = jarak ke cluster terdekat berikutnya.
SAW priority score
rᵢⱼ = nilai ternormalisasi alternatif i pada kriteria j. Bobot: TPT 0.30, Miskin 0.30, Gini 0.20, Kerentanan 0.20.
Pearson correlation
Mengukur korelasi linier antar indikator. Range [-1, 1].
Evaluasi · K-Means
Silhouette score per k
❝Kenapa k=3 jadi pilihan terbaik?
k=3 dipilih karena memberikan silhouette tertinggi & jumlah cluster yang interpretable.
Profil · Cluster
Profil rata-rata cluster
❝Apa karakter khas tiap kelompok wilayah?
Radar 6 indikator. Gini diskala ×100.
Korelasi
Korelasi antar indikator
❝Indikator mana yang saling memengaruhi paling kuat?
Pearson correlation. Biru = positif, merah = negatif.
Prioritas Intervensi Sosial-Ekonomi
12 wilayah
- TPT: 6,45%
- Miskin: 9,90%
- IPG: 87,69
- Skor: 0,709
Relatif Stabil / Menengah
7 wilayah
- TPT: 5,25%
- Miskin: 7,92%
- IPG: 91,96
- Skor: 0,489
Wilayah Urban Produktif namun Tidak Merata
8 wilayah
- TPT: 7,75%
- Miskin: 5,27%
- IPG: 93,63
- Skor: 0,433
Simple Additive Weighting (SAW)
Priority score = Σ wᵢ × normᵢ. Indikator yang lower-is-better (TPT, kemiskinan, gini) dinormalisasi terbalik, indikator higher-is-better (IPG) dinormalisasi langsung.
TPT
30%
lower-better
Kemiskinan
30%
lower-better
Gini
20%
lower-better
Kerentanan
20%
lower-better
Prinsip implementasi
- 1End-to-end terhubung: KPI → dataset → ETL → DW → ML → dashboard → insight → keputusan
- 2Tidak ada dashboard tanpa analisis data. Setiap chart adalah representasi hasil analisis
- 3Tidak hanya ML—konteks BI selalu dipertahankan. Insight harus berbasis data
- 4Setiap analisis menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti
- 5Status data 'belum tersedia' ditampilkan apa adanya, tanpa imputasi tersembunyi
Setiap output mingguan terhubung ke halaman dashboard
Empat laporan mingguan (Minggu 1–4) tidak berdiri sendiri. Setiap KPI, business question, fact/dim, dan hasil clustering dipakai langsung oleh halaman dashboard yang relevan.
Topik, Business Understanding, KPI, Business Question, Dataset
Menetapkan tema Smart Economy, stakeholder 9 role, 9 KPI, 6 Business Question, dan dataset panel 27 kab/kota × 5 tahun × 12 bulan = 1.620 baris.
Output utama
- ▸Judul proyek + ruang lingkup 27 kab/kota Jawa Barat (2021–2025)
- ▸9 KPI: TPT, Kemiskinan, Inflasi YoY, Gini, IPG, RLS, HLS, Pendidikan Indeks Sederhana, Kemiskinan-Pengangguran Index
- ▸6 Business Question utama (TPT ekstrim, miskin+IPG rendah, pola inflasi, korelasi multi-indikator, kota vs kabupaten, prioritas kebijakan)
- ▸Stakeholder map 9 role + 6 jenis dashboard (strategic/tactical/managerial/operational/analytical/public)
Halaman dashboard yang menjawab
Artefak di repo
- · /dataset/laporan/Laporan_Minggu_1_BI_Kelompok 3_D4 SIKC 3B.pdf
- · /dataset/jabar_week1_dataset_inti_27kabkota.csv
Eksplorasi Data (EDA), Analytical Question, Insight Awal
Statistik deskriptif, distribusi, tren 2021–2025, korelasi pendidikan↔kemiskinan, perbandingan kota vs kabupaten, dan top-5 wilayah kerentanan ekonomi 2024.
Output utama
- ▸Statistik deskriptif 9 variabel (mean, median, min, max)
- ▸Tren rata-rata TPT 9.40% → 6.52% & kemiskinan 8.97% → 7.60%
- ▸Top-5 wilayah rentan 2024: Kuningan, Indramayu, Cirebon, Tasikmalaya (kota), Bandung Barat
- ▸Korelasi pendidikan ↔ kemiskinan ≈ -0.75 (negatif kuat)
- ▸Insight kota vs kabupaten: kota unggul pendidikan, namun TPT & gini lebih tinggi
Halaman dashboard yang menjawab
Artefak di repo
- · /dataset/laporan/Laporan_Minggu_2_BI_Kelompok 3_D4 SIKC3B.pdf
Preprocessing (ETL) dan Perancangan Data Warehouse
Star schema multi-fact dengan conformed dimension lokasi & waktu. Pemisahan grain tahunan (135 baris) dan bulanan (1.620 baris). Snapshot data_ready_analisis_2024 sebagai input data mining.
Output utama
- ▸Star schema: 2 fact + 4 dimensi + 2 mart
- ▸fact_kinerja_ekonomi_tahunan (135 baris) · fact_inflasi_bulanan (1.620 baris)
- ▸dim_lokasi (27) · dim_waktu_tahunan (5) · dim_waktu_bulanan (60) · dim_dashboard_stakeholder (6)
- ▸mart_kinerja_ekonomi_tahunan + mart_inflasi_bulanan untuk dashboard
- ▸data_ready_analisis_2024 (27 baris, tanpa missing pada KPI inti)
Halaman dashboard yang menjawab
Artefak di repo
- · /dataset/laporan/Laporan_Minggu_3_BI_Kelompok 3_D4 SIKC3B.pdf
- · /dataset/Minggu3_Final_Laporan_dan_Data/data_siap_dw/
- · /dataset/Kode_Python_Minggu_3_dan_4_BI_Kelompok3/
Analisis Data Mining, Evaluasi, dan Interpretasi
K-Means clustering pada data_ready_analisis_2024 (27 wilayah, 9 fitur). Evaluasi k=2..6, k=3 dipilih (silhouette 0.303) untuk interpretasi operasional. Skor prioritas SAW untuk ranking wilayah.
Output utama
- ▸3 cluster: Prioritas Intervensi Sosial-Ekonomi (12) · Urban Produktif Tidak Merata (8) · Relatif Stabil (7)
- ▸Top-10 priority score: Kuningan, Bandung Barat, Cirebon, Indramayu, Garut, Cianjur, Purwakarta, Subang, Karawang, Majalengka
- ▸Silhouette per k = {2: 0.375, 3: 0.303, 4: 0.305, 5: 0.273, 6: 0.237}
- ▸Bobot SAW: TPT 0.20, Miskin 0.25, Gini 0.10, Low-Edu 0.20, Low-IPG 0.10, Rentan 0.15
- ▸Decision per cluster + rekomendasi 5 stakeholder (Bappeda, Dinsos, Disnaker, Pemkab/Pemkot, Tim BI)
Halaman dashboard yang menjawab
Artefak di repo
- · /dataset/laporan/Laporan_Minggu_4_BI_Kelompok_3_D4_SIKC3B_Lengkap.pdf
- · /dataset/Minggu 4/output_data_mining/
- · /dataset/Minggu 4/Kode_Python_Minggu_4_Data_Mining.ipynb
6 pertanyaan utama (Minggu 1) → jawaban di dashboard
| Kode | Pertanyaan | Jenis | Visual Kunci | Jawaban di |
|---|---|---|---|---|
| BQ1 | Kabupaten/kota mana yang memiliki tingkat pengangguran tertinggi dan terendah pada periode 2021–2025? | Descriptive | Ranking bar TPT tertinggi & terendah | Buka → |
| BQ2 | Wilayah mana yang memiliki tingkat kemiskinan tinggi sekaligus kualitas pembangunan manusia relatif rendah? | Diagnostic | Scatter quadrant analysis | Buka → |
| BQ3 | Bagaimana pola inflasi bulanan antarwilayah dan kapan tekanan harga tertinggi muncul? | Trend | Inflation heatmap + peak callout | Buka → |
| BQ4 | Apakah terdapat hubungan antara pendidikan, pembangunan gender, pengangguran, dan kemiskinan? | Correlation | Correlation matrix heatmap | Buka → |
| BQ5 | Apakah kota secara umum memiliki performa smart economy yang lebih baik daripada kabupaten? | Comparative | Komparasi grouped bar + tipologi card | Buka → |
| BQ6 | Wilayah mana yang harus menjadi prioritas kebijakan smart economy berdasarkan gabungan KPI utama? | Prioritization | Ranking bar SAW + treemap cluster | Buka → |
3 kelompok wilayah → keputusan & stakeholder target
K-Means k=3 (silhouette 0.303) memetakan 27 kab/kota ke tiga profil. Setiap cluster punya rekomendasi keputusan dan stakeholder target spesifik agar dashboard tidak bersifat one-for-all.
Prioritas Intervensi Sosial-Ekonomi
12 wilayah
Didominasi kabupaten dengan kemiskinan tinggi, pendidikan relatif rendah, dan skor prioritas tertinggi.
Decision
Fokus program pengurangan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, pelatihan kerja, dan perlindungan sosial.
Stakeholder target
Wilayah Urban Produktif namun Tidak Merata
8 wilayah
Didominasi kota dengan pendidikan & IPG tinggi, namun TPT dan ketimpangan (gini) cenderung tinggi.
Decision
Pemerataan kesempatan kerja, pengendalian ketimpangan, dan link-and-match tenaga kerja.
Stakeholder target
Relatif Stabil / Menengah
7 wilayah
Tekanan ekonomi relatif lebih rendah; campuran kota-kabupaten dengan capaian indikator menengah.
Decision
Monitoring berkala, menjaga daya tahan ekonomi, dan mencegah penurunan indikator.
Stakeholder target
Stack teknologi
ETL · Python
- · pandas
- · numpy
- · csv-parse
Data mining
- · scikit-learn (KMeans)
- · matplotlib
Frontend
- · Next.js 16
- · React 19
- · Tailwind v4
Visualisasi
- · Recharts
- · Framer Motion
- · Lucide